8. di antara manusia ada yang
mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian[22]," pada
hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
9. mereka hendak menipu Allah dan
orang-orang yang beriman, Padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang
mereka tidak sadar.
10. dalam hati mereka ada
penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang
pedih, disebabkan mereka berdusta.
11. dan bila dikatakan kepada
mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]". mereka
menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."
12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka
Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
13. apabila dikatakan kepada
mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman."
mereka menjawab: "Akan berimankah Kami sebagaimana orang-orang yang bodoh
itu telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang
bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
14. dan bila mereka berjumpa dengan
orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman".
dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan:
"Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah
berolok-olok."
15. Allah akan (membalas)
olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan
mereka.
16. mereka Itulah orang yang
membeli kesesatan dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka
dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
[22] Hari kemudian Ialah: mulai
dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada
batasnya.
[23] Yakni keyakinan mereka
terdahap kebenaran Nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan itu,
menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap Nabi s.a.w., agama dan
orang-orang Islam.
[24] Kerusakan yang mereka perbuat
di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang
kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
[25] Maksudnya: pemimpin-pemimpin
mereka.





