Oleh: Asep Muhammad Irfan Fadlilah
Analisa
Korelasionaladalah analisa yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua
variabel atau lebih.Analisa korelasional/hubungan/assosiasi dapat dikatakan
merupakan pengembangan dari analisa deskriptif (untuk selanjutnya baca :
deskriptif-kuantitatif), kalau dalam penelitia deskriptif kita mengumpulkan
data sebanyak-banyaknya, menyusunya dengan sistematis, kita analisa dengan
cermat dan yang dideskripsikan dalam analisis penelitian adalah
variabel-variabel penelitian, situasi dan kondisi yang melingkupinya.
Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar
gejala (variabel), hubungan tersebut positif atau negatif dan seberapa erat
hubungan antar gejala tersebut.
Misalnya
pengusaha ingin mengetahui hubungan antara muatan informasi (kecukupan/kekurangan
informasi) dan kebutuhan akan informasi, Divisi Humas ingin mengetahui
hubungan antara kualitas media (daya tarik untuk dibaca, sesuai dengan
kebutuhan, terpercaya, mudah dipahami, lengkap dan jelas dsb) dan motif
pengunaan media, dosen ingin mengetahui hubungan antara pemberian tugas dengan
prestasi mahasiswa dsb.
Terdapat
beberapa perbedaan yang membedakan Analisa Korelasional dan Analisa Deskriptif
yaitubahwa dalam analisa deskriptif tidak membahas tentang hubungan antar
variabel, sedangkan kalau kita lihat dari jenis datanya sama, yang membedakan
adalah sifat-sifat analisanya, analisa deskripsi mendeskripsikan
variabel dan karakteristik responden, sedangkan analisa korelasional meneliti
bagaimana untuk memperoleh kejelasan ada tidaknya hubungan antar variabel dan
karakteristik responden seperti apa dalam konteks penelitian tersebut.
Statistik deskripsi tidak berupaya adanya generalisasi data sampel terhadap
populasi, sedangkan analisis korelasional selain mendesripsikan data sampel,
peneli ingin memperoleh kesimpulan apakah korelasi (yang sebenarnya data
sampel) tersebut juga berlaku pada populasi (dengan uji signifikansi).
Perbedaan
tersebut dapat terlihat dari analisa deskriptif kita mengumpulkan data
sebanyak-banyaknya, menyusunya dengan sistematis, kita analisa dengan cermat
dan yang dideskripsikan dalam analisis penelitian adalah variabel-variabel
penelitian, situasi dan kondisi yang melingkupinya.Analisa korelasional
bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar gejala (variabel),
hubungan tersebut positif atau negatif dan seberapa erat hubungan antar gejala tersebut.
Misalnya pengusaha ingin mengetahui hubungan antara muatan informasi
(kecukupan/kekurangan informasi) dan kebutuhan akan informasi, Divisi
Humas ingin mengetahui hubungan antara kualitas media (daya tarik untuk
dibaca, sesuai dengan kebutuhan, terpercaya, mudah dipahami, lengkap dan jelas
dsb) dan motif pengunaan media, dosen ingin mengetahui hubungan antara pemberian
tugas dengan prestasi mahasiswa dsb.
Statistik
deskripsi tidak berupaya adanya generalisasi data sampel terhadap populasi,
sedangkan analisis korelasional selain mendesripsikan data sampel, peneli ingin
memperoleh kesimpulan apakah korelasi (yang sebenarnya data sampel) tersebut
juga berlaku pada populasi (dengan uji signifikansi). Penelitian korelasi
(secara statistik) menunjukkan adanya ko-variasi (sebaran data yang sama) antar
variabel, apakah variasi-variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada
faktor yang lain, yang mana hubungan tersebut kemungkinan merupakan :
ü “
ko-variasi antar variabel dari penyebab (dependen) yang sama”
ü “ko-variasi
antar variabel akibat (independent)” , atau
ü mungkin
korelasi tersebut sifatnya “hanya kebetulan saja”. Untuk memperoleh
informasi yang akurat tentang dugaan hubungan antar variabel tersebut dapat
perpedoman pada teori (konsep dan proposisi), model, atau melakukan penelitian
secara intensif dan mendalam.





