Etnografi


Oleh : Asep Muhammad Irfan Fadlilah
1.      Konsep
Etnografi adalah strategi penelitian ilmiah yang sering digunakan dalam ilmu sosial, terutama dalam antropologi dan beberapa cabang sosiologi, juga dikenal sebagai bagian dari ilmu sejarah yang mempelajari masyarakat, kelompok etnis dan formasi etnis lainnya, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik kesejahteraan sosial, juga budaya material dan spiritual mereka. Etnografi sering diterapkan untuk mengumpulkan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia. Pengumpulan data biasanya dilakukan melalui pengamatan partisipan, wawancara, kuesioner, dll. Ilmu ini bertujuan untuk menjelaskan keadaan masyarakat yang dipelajari (misalnya untuk menjelaskan seseorang, sebuah ethnos) melalui tulisan (Maynard, 1994). Dalam biologi, jenis studi ini disebut "studi lapangan" atau "laporan kasus", keduanya digunakan sebagai sinonim umum untuk "etnografi" (Boaz, 1997).

2.      Prosedur
Menurut Creswell (2007: 70), walau tidak ada satu cara saja dalam menititi etnografi namum secara umum prosedur penelitian etografi adalah sebagai berikut:
·         Menentukan apakah masalah penelitian ini adalah paling cocok didekati dengan studi etnogafi. Seperti telah kita bahas di atas bahwa etnografi menggambarkan suatu kelompok budaya dengan mengekloprasi kepercayaan, bahasa dan  perilaku (etnografi realis); atau juga mengkritisi isu-isu mengenai kekuasaan, perlawanan dan dominansi (etnografi kritis).
·         Mengidentifikasi dan menentukan lokasi dari kelompok budaya yang akan diteliti. Kelompok sebaiknya gabungan orang-orang yang telah bersama dalam waktu yang panjang karena disini yang akan diteliti adalah pola perilaku, pikiran dan kepercayaan yang dianut secara bersama.
·         Pilihlah tema kultural atau isu yang yang akan dipelajari dari suatu kelompok. Hal ini melibatkan analisis dari kelompok budaya.
·         Tentukan tipe etnografi yang cocok digunakan untuk memlajari konsep budaya tersebut. Apakah etnografi realis ataukah etnografi kritis.
·         Kumpulkan informasi dari lapangan mengenai kehidupan kelompok tersebut. Data yang dikumpulkan bisa berupa pengamatan, pengukuran, survei, wawancara, analisa konten, audiovisual,pemetaan dan penelitian jaringan. Setelah data terkumpul data tersebut dipilah-pilah dan dianalisa.
·         Yang terakhir tentunya tulisan tentang gambaran atau potret menyeluruh dari kelompok budaya tersebut baik dari sudut pandang partisipan maupun dari sudut pandang peneliti itu sendiri.

3.      Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian lapangan (etnografi) menurut Koentjoronongrat (1961: 123-125) digolongkan menjadi sembilan, yiatu:
a.       pengamatan, yaitu teknik pengumpulan data dimana seorang peneliti melakukan pengamatan pada masyarakat yang menjadi obyeknya. Biasanya terdiri dari pengamatan (observasi) dan observasi partisipatif.
b.      pengamatan dengan menceburkan diri ke dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan suku bangsa yang menjadi obyek penelitian atau participant observer method. sifat khas observasi partisipasi adalah adanya pemanfaatan sebaik mungkin hubungan antara peneliti dan para informan dengan cara yang berbeda-beda.
c.       wawancara merdeka (bebas)
d.      wawancara terpimpin
e.       pengedaran pertanyaan atau kuisioner
f.       mencatat pembicaraan-pembicaraan para informan atau orang di dalam masyarakat secara tepat atau text recording.
g.      pencatatan-pencatatan biografi dari anggota-anggota masyarakat yang menjadi obyek penelitian atau life history approach.
h.      menggunakan test-test psikologi
i.        menghitung dan mencatat angka-angka statistik dari peristiwa dan aktivitas
masyarakat dan kebudayaan atau statistical method.

4.      Contoh Judul
“ETNOGRAFI Kebudayaan Suku Sunda”