Oleh: Asep Muhammad Irfan Fadlilah
Analisa Framing adalah analisis yang
digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas (aktor, kelompok, atau apa saja)
dikonstruksi oleh media (Eriyanto, 2005, p.3). Analisa framing memiliki dua
konsep yakni konsep pskiologis dan sosiologis.Konsep psikologis lebih
menekankan pada bagaimana seseorang memproses informasi pada dirinya sedangkan
konsep sosiologis lebih melihat pada bagaimana konstruksi sosial atas realitas.
Analisis Framing sendiri juga merupakan bagian dari analisis isi yang
melakukan penilaian tentang wacana persaingan antar kelompok yang muncul atau
tampak di media.
Analisis Framing juga dikenal
sebagai konsep bingkai, yaitu gagasan sentral yang terorganisasi, dan dapat
dianalisis melalui dua turunannya, yaitu simbol berupa framing device dan
reasoning device.Framing device menunjuk pada penyebutan istilah tertentu yang
menunjukkan “julukan” pada satu wacana, sedangkan reasoning device menunjuk
pada analisis sebab-akibat.Di dalamnya terdapat beberapa ‘turunan’, yaitu
metafora, perumpamaan atau pengandaian.Catchphrases merupakan slogan-slogan
yang harus dikerjakan.Exemplar mengaitkan bingkai dengan contoh, teori atau
pengalaman masa silam.Depiction adalah “musuh yang harus dilawan bersama”, dan
visual image adalah gambar-gambar yang mendukung bingkai secara keseluruhan.
Pada instrumen penalaran, Roots memperlihatkan analisis sebab-akibat, Appeals
to principles merupakan premis atau klaim moral, dan Consequences merupakan
kesimpulan logika penalaran.
Teknik Framing Dan Konsep Model
Zhondhang Pan Dan Gerald M Kosicki
Menurut Etnman, framing berita dapat
dilakukan dengan empat teknik, yakni pertama, problem identificationsyaitu
peristiwa dilihat sebagai apa dan nilai positif atau negatif apa, causal
interpretations yaitu identifikasi penyebab masalah siapa yang dianggap
penyebab masalah, treatmenrekomnedations yaitu menawarkan suatu cara
penanggulangan masalah dan kadang memprediksikan penanggulannya, moral
evaluations yaitu evaluasi moral penilaian atas penyebab masalah.
Ada dua konsep framing yang saling
berkaitan, yaitu konsep psikologis dan konsep sosiologis yaitu :
ü Dalam
konsep psikologis, framing dilihat sebagai penempatan informasi dalam suatu
konteks khusus dan menempatkan elemen tertentu dari suatu isu dengan penempatan
lebih menonjol dalam kognisi seseorang. Elemen-elemen yang diseleksi itu
menjadi lebih penting dalam mempengaruhi pertimbangan seseorang saat membuat
keputusan tentang realitas.
ü Sedangkan
konsep sosiologis framing dipahami sebagai proses bagaimana seseorang
mengklasifikasikan, mengorganisasikan, dan menafsirkan pengalaman sosialnya
untuk mengerti dirinya dan realitas diluar dirinya Dalam Zhondhang Pan Dan
Gerald M Kosicki, kedua konsep tersebut diintegrasikan.





