Analisis wacana adalah analisis isi
yang lebih bersifat kualitatif dan dapat menjadi salah satu alternatif untuk
melengkapi dan menutupi kelemahan dari analisis isi kuantitatif yang selama ini
banyak digunakan oleh para peneliti.Jika pada analisis kuantitatif, pertanyaan
lebih ditekankan untuk menjawab “apa” (what) dari pesan atau teks komunikasi,
pada analisis wacana lebih difokuskan untuk melihat pada “bagaimana” (how),
yaitu bagaimana isi teks berita dan juga bagaimana pesan itu disampaikan.
Analisis wacanamerupakan suatu
kajian yang digunakan secara ilmiah, baik dalam bentuk tulis maupun
lisan.Penggunaan bahasa secara alamiah ini berarti penggunaan bahasa seperti dalam
komunikasi sehari-hari.Stubbs menjelaskan bahwa analisis wacana
menekankan kajian penggunaan bahasa dalam konteks sosial, khususnya dalam
interaksi antar penutur.Senada dengan itu, cocok dalam hal ini menyatakan bahwa
analisis wacana itu merupakan kajian yang membahas tentang wacana, sedangkan
wacana itu adalah bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Menurut Stubbs (Arifin,2000:8).
Analisis wacana dalam Sobur (
2006:48) adalah studi tentang struktur pesan pada dalam komunikasi. Lebih
tepatnya lagi, telaah mengenai aneka fungsi (prakmatik) bahasa. Kajian tentang
pembahasaan realitas dalam sebuah pesan tidak hanya apa yang tampak dalam teks
atau tuklisan, situasi dan kondisi (konteks) seperti apa bahasa tersebut
diujarkan akan membedakan makna subyektif atau makna dalam perspektif mereka.
Crigler (1996) dalam Sobur (2006 :
72) mengemukakan bahwa analisis wacana termasuk dalam pendekatan
konstruktionis. Ada dua karakteristik penting dari pendekatan konstruksionis
yaitu :
ü Pendekatan
konstruksionis menekankan pada politik pemaknaan dan proses bagaimana seseorang
membuat gambaran tentang realitas politik.
ü Pendekatan
konstruksionis memandang kegiatan komunikasi sebagai suatu proses yang terus
menerus dan dinamis. Dari sisi sumber (komunikator), pendekatan konstruksionis
memeriksa pembentukan bagaimana pesan ditampilkan, dan dari sisi penerima ia
memeriksa bagaimana konstruksi individu ketika menerima pesan.
Kembali pada anilsa wacana yang
sesungguhnya berusaha memahami bagaimana realitas dibingkai, direproduksi dan
didistribusikan ke khalayak.Analisis ini bekerja menggali praktek-praktek
bahasa di balik teks untuk menemukan posisi ideologis dari narasi dan
menghubungkannya dengan struktur yang lebih luas. Dengan demikian analisis wacana
merupakan salah satu model analisa kritis yang memperkaya pandangan khalayak
bahwa ada keterkaitan antara produk media, ekonomi dan politik. Keterkaitan ini
dapat dimunculkan pada saat analisis wacana bergerak menuju pertanyaan
bagaimana bahasa bekerja dalam sebuah konteks dan mengapa bahasa digunakan
dalam sebuah konteks dan bukan untuk konteks yang lain.
Pada dasarnya ada beberapa perbedaan
mendasar antara analisis wacana dengan analisis isi yang bersifat kuantitatif
adalah sebagai berikut.Analisis wacana lebih bersifat kualitatif daripada yang
umum dilakukan dalam analisis isi kuantitatif karena analisis wacana lebih
menekankan pada pemaknaan teks daripada penjumlahan unit kategori, seperti
dalam analisis isi. Analisis isi kuantitatif digunakan untuk membedah muatan
teks komunikasi yang bersifat manifest (nyata), sedangkan analisis wacana
justru memfokuskan pada pesan yang bersifat latent (tersembunyi).
Analisis isi kuantitatif hanya dapat
mempertimbangkan “apa yang dikatakan” (what), tetapi tidak dapat menyelidiki
bagaimana ia dikatakan (how). Analisis wacana tidak berpretensi melakukan
generalisasi, sedangkan analisis isi kuantitatif memang diarahkan untuk membuat
generalisasi.





