Oleh : Asep Muhammad Irfan Fadlilah
1.
Konsep
Newman
(2003: 167-188) Mixed methods merupakan jenis penelitian
generasi ketiga, setelah kuantitatif sebagai generasi pertama dan kualitatif
sebagai generasi kedua. Metode gabungan ini merespons dikotomi kedua pendekatan
sebelumnya. Sejatinya, penelitian kuantitatif hanya mampu menjawab pertanyaan
kuantitatif, begitu pula pendekatan kualitatif hanya mampu menjawab pertanyaan
kualitatif. Termasuk juga teknik pengumpulan data, masing-masing teknik hanya
mampu mengumpulkan data yang merupakan respons dari jenis-jenis pengumpul data
tertentu. Namun, mixed methods
berpotensi menjawab pertanyaan penelitian yang tidak mungkin dijawab jika hanya
salah satu pendekatan saja yang digunakan.
Penelitian
mixed methods memang relatif sulit
dilakukan, karena peneliti menggabungkan kedua pendekatan yang masing-masing
mempunyai perangkat keras dan perangkat lunak sendiri-sendiri, walaupun pada
beberapa sisi dan tahapan ada yang sama. Namun, jika penelitian ini dilakukan,
kebenaran ilmiah tentunya akan lebih terjamin dan validasi empiris dan logis
dapat lebih dipercaya. Keluasan cakupan – adanya generalisasi dan kedalaman
analisis merupakan ciri khas penelitian ini.
2.
Prosedur
Menurut
Onwuegbuzie dan Tiddlie (2003), prosedur analisis data dalam penelitian mixed methods terdiri dari tujuh
tahapan: reduksi data (data reduction),
tayangan data (data display),
transformasi data (data transformation),
penghubungan data (data correlation),
konsolidasi data (data consolidation),
komparasi data (data comparison), dan
pengintegrasian data (data integration)

Gambar 2 Proses Analisis Mixed
Method (diadopsi dari
Onwuegbuzie & Tiddlie, 2003 dalam Tashakkori & Teddlie, 2003:374)
3.
Teknik Pengumpulan Data
Penggabungan
teknik pengumpulan data terbagi menjadi dua jenis penggabungan, intramethod mixing dan intermethod mixing. Penggabungan pertama
adalah mengunakan satu jenis teknik pengumpul data, tetapi menghasilkan dua
jenis data, data kuantitatif dan data kualitatif. Misalnya pengumpulan data
dengan angket yang bersifat semi terbuka (pilihan ganda, tetapi disediakan
tempat menuliskan respons), seperti contoh di bawah ini.
Which one of the following requests is most polite?
a.
Open the door, please?
b.
Can you open the door, please?
c.
Could you please open the door, please?
To whom and what situations do you think the
utterance is appropriate?
________________________________________________________
________________________________________________________
Jawaban
a, b, dan c dapat dikuantifikasikan, paling tidak dengan skala ordinal,
sedangkan respons terhadap pertanyaan lanjutan berupa ujaran (utterance). Sehingga data yang
dihasilkan terdiri dari dua jenis: kauntitatif, hasil transformasi a, b, c,
misalnya a=1, b=2, dan c=3 dan kualitatif dalam bentuk data kata-kata atau
kalimat. Jenis penggabungan ini juga sering disebut triangulasi data. Jenis
penggabungan ini juga dapat dilakukan pada teknik pengumpul data jenis lain,
seperti: wawanwara, tes, observasi, dan kokumen sebagai data sekunder. Tabel 2
merincikan bagaimana triangulasi data dapat dilakukan.
Tabel 2 Matriks Teknik Pengumpul Data
|
TEKNIK
|
KONTINUM
|
|||
|
Kuantitatif Murni
|
Mixed (Penggabungan)
|
Kualitatif Murni
|
||
|
· Angket
|
Respons pilihan ganda (multiple choice)
|
Pilihan ganda dan mengisi (melengkapi atau esai)
|
Respons dalam bentuk melengkapi atau mengisi
|
|
|
· Wawancara
|
Terstruktur (pertanyaan disiapkan, jawaban
dipilih)
|
Semi terstruktur (sebagian pertanyaan disiapkan dan
sebagian sporadis)
|
Tidak terstruktur (pertanyaan sporadis,
jawaban spontan)
|
|
|
· Tes
|
Tes objektif (pilihan ganda)
|
Pilihan ganda dan esai
|
Tes subjektif (esai)
|
|
|
· Observasi
|
Non-participant
|
Non-participant dan participant
|
Participant
|
|
|
· Dokumen
|
Data fisik (ada tidak, berapa jumlah)
|
Kuantifikasi dan deskripsi fisik
|
Deskripsi data fisik (bagaimana terjadi,
bagai mana pengaturan)
|
|
Diadaptasi dari Johnson dan Turner (2003;
dalam Onwuegbuzie, 2003:298)
Penggabungan
lain adalah penggabungan dua teknik pengumpul data, seperti angket dan
wawancara. Setelah penyebaran angket dilakukan peneliti biasanya mengumpulkan
kembali angket yang disebar. Respons angket ditransformasi dari data kata
menjadi data angka, setelah itu dikategorikan sesuai dengan kebutuhan
penelitian. Untuk mengkonfirmasikan dan meneliti silang (cross check), peneliti dapat menggunakan teknik wawancara.
Disamping itu, data wawancara dapat digunakan sebagai data tambahan yang
bersifat lebih alami.
4.
Contoh Judul





