Oleh: Asep Muhammad Irfan Fadlilah
Rasulullah
Muhammad mewasiatkan kepada umatnya tentang bagaimana pentingnya seorang ibu
dibanding orangtua-orangtua yang lainnya, hal ini mengindikasikan bahwa
pengorbanan, penerimaan, dan keikhlasan seorang ibu harus tuntas jangan
setengah-setengah. Kasih sayang yang didasari dengan setengah hati akan berakibat
fatal bagi psikologi anak.
Sebelum
kita jauh melangkah menjelajahi model orang tua yang baik ini seyogyanya kita
harus menyamakan persepsi bagaimana kita memahami arti dari kata orang tua
dan arti kata baik selain dua kata ini kita juga harus mengerti apa yang
dimaksud dengan pedidikan dalam buku ini, karena ruang lingkup kajian
orang tua tidak akan terpisahkan dengan wilayah didikannya, kenapa ada orang
tua? Karena ada orang yang menuakannya.
Orang Tua ?
Apa
yang anda pikirkan dalam benak anda saat saya menulis orang tua?
kemungkinan besar tashawur anda menggambarkan dua sosok pejuang
kehidupan yaitu Ayah dan Ibu. Namun saya mempunyai gambaran yang
agak berbeda, coba cermati baik-baik saya akan memberikan dua kata yang hampir
serupa tapi tak begitu sama: orang tua dengan kedua orang tua.
Karena, dalam kamus al-Bisri kata waalidaini tidak diartikan sebagai orang
tua tetapi artinya adalah ayah dan ibu (al-Bisri: 787), dan kata orangtua
tidak diartikan sebagai waalidaini tetapi diartikan syaikhun atau
syuyuukhun (al-Bisri: 232). Dari ketidak konsistenan al-Bisri dalam
mengartikan ini memaksa logika saya untuk berpetualang sehingga menghasilkan
rumusan medan makna terhadap kata orang tua yang akan saya jelaskan pada
pembahasan berikutnya.
Sekarang
perhatikan dalam mengambil sikap. Menurut hemat saya tidak dibenarkan orangtua
berikap seperti belanda terhadap Indonesia yang menjajah selama 350 tahun
lamanya bahkan lebih, apalagi seperti jepang walaupun sebentar tetapi sangat
menyiksa. Akan lebih indah jika orang tua itu menjadi tempat berteduh ketika
panas, menjadi payung ketika adanya hujan, menjadi selimut saat kedinginan,
menjadi kendaraan saat hendak pergi ke suatu tempat, menjadi anti virus yang
melindungi dokumen-dokumen penting dalam komputer, menjadi buku bagi yang
sedang belajar, menjadi lampu merah bagi kendaraan-kendaraan yang sedang
melintas di perempatan, menjadi kamus bagi penutur bahasa asing, dan banyak
lagi istilah yang pantas disandang oleh orang tua. Yang terpenting adalah
orangtua harus tau posisi kebutuhan wilayah didiknya dibanding keinginan
dirinya.
Berbicara
tentang kebutuhan dan keinginan, kedua bagian ini rasanya sulit untuk
dipisahkan. Orang yang cerdas bukan berarti orang yang minum obat minyak angin
tetapi orang cerdas adalah orang yang mampu membedakan dan mampu
mengaplikasikan perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Tidak setiap
keinginan itu kebutuhan, dan ingat satu kali lagi tidak setiap keinginan itu kebutuhan,
dan tidak setiap keinginan itu harus kita wujudkan, pertimbangkanlah dengan
wilayah didikan kita, yang harus kita penuhi dan usahakan adalah kebutuhan
bukan keinginan, dan jangan mencoba-coba untuk berhedonis ria dalam memilih kedua
aspek ini jika tidak ingin berdampak negatif pada wilayah didikan kita.
Melanjutkan
pembahasan awal dalam memahami arti kata orangtua dalam bahasan ini bukan
berarti orang yang sudah tua tetapi orang tua adalah yang mempunyai kewajiban
mendidik, mengayomi, dan memberi contoh yang baik bagi anak didiknya. Dalam
ilmu semantik pada sub kajian medan makna kata orang tua di sini saya
kategorikan tidak hanya mencakup Ibu dan Ayah saja, namun di dalamnya adalah
Kakak, Kakek Nenek, Paman Bibi, Suami, Guru, Bos atau Atasan, Senior, dan
Teman.
Seorang
kakak jelas mendapatkan posisi penting sebagai orang tua, karena harus mejadi
contoh bagi adik-adiknya. Kakek dan nenek di sinipun harus memahami posisi
penting ini, karena sebagai anggota keluarga tertua harus mampu mencerminkan
sikap yang baik. Sedangkan posisi kedua terpenting setelah keluarga adalah guru
yang harus mampu mewakili keseluruhan aspek orangtua dalam cakupan darah atau
keluarga. Bos atau atasan yang baik adalah atasan yang tahu akan keadaan,
minat, dan kemampuan anak buahnya, ingat kemampuan manusia tak sama. Sikap
egoisme senioritas sangat berpengaruh tehadap perkembangan pola pikir dan masa
depan wilayah didikannya, hal ini saya anggap penting seorang senior memahami
posisinya sebagai orang tua, sehingga kudeta minat dan bakat wilayah didikannya
tidak akan terjadi. Pribahasa Arab yang berbunyi “syodikuka man abkaka la
man adlhakaka” yang artinya teman sejatimu adalah yang membuatmu menangis
bukan yang membuatmu tertawa, ungkapan ini bermaksud menjelaskan posisi teman
yang baik itu adalah yang membuatmu menangis dan menyadari perbuatan yang salah
sehingga lekas memperbaikinya, bukannya membiarkan perbuatan yang salah
tersebut. Dalam idiom bahasa sunda nyaah dulang yang berarti memberikan
kasih sayang yang membabi-buta, hal ini sebaiknya menjadi pertimbangan orang
tua dalam memberikan kasihsayangnya.
Kita
lihat kerangka medan makna pada kata orangtua mencakup bagian-bagian yang akan
saya bahas pada buku ini adalah sebagai berikut:
Dengan
gambaran di atas kita dapat memahami wilayah cakupan pengasukan anak didik,
sehingga kita tahu dimana dan bagaimana posisi kita menjadi orang tua.
Untuk
memperkuat logika saya tentang kajian medan makna pada kata orang tua ini saya
analogikan sebagai berikut: rumah berpasangan dengan penghuninya, matahari
dengan manusia, lampu merah dengan pengendara mobil, air dengan ikan, cahaya
dengan mata. Jadi intinya adalah adanya sub korelasi yang penting antara kedua
bagian tersebut, supaya lebih paham coba perhatikan kalimat berikut: ayah ibu
wilayah didikannya adalah anak, kakak wilayah didikannya adalah adik, kakek
nenek wilayah didikannya adalah cucu, paman bibi wilayah didikannya adalah
keponakan, suami wilayah didikannya adalah istri, guru wilayah didikannya
adalah murid atau siswa, senior wilayah didikannya adalah junior, sednagkan
teman wilayah didikannya adalah teman. Jika kita sudah paham akan wilayah
didikan kita dan mampu memfungsikan aspek kebutuhan dalam mendidik, insya Allah
jalan kita dalam mendidik akan terarah, sehingga tujuan dari masing-masing
indikator tujuannya akan tercapai.





