keunggulan dan kelemahan metode analisis isi!


Oleh: Asep Muhammad Irfan Fadlilah
 


a.      Keunggulan metode analisis isi:
1)      Analisis isi menggunakan media, bukan manusia. Peneliti tidak dapat mengintervensi objek yang diteliti. Ini berbeda dengan metode riset yang lain, misalnya wawancara dan observasi partisipan.
2)      Riset analisis isi berbiaya lebih murah dibanding dengan metode penelitian yang lain dan sumber data lebih mudah diperoleh.
3)      Analisis isi dapat digunakan ketika penelitian survey tidak dapat dilakukan, misalnya penelitian mengenai konflik politik di Cina setelah kematian Mao Tse-Tung. Ini tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan metode survey, karena orang-orang Cina takut diwawancarai. Maka dipakailah metode analisis isi terhadap empat puluh berita kematian yang dikirim kepada Komite Sentral Partai Komunis Cina oleh 11 wakil militer, 3 wakil kota besar, dan 26 wakil propinsi.
4)      Analisis isi langsung melihat pada bentuk komunikasi melalui teks atau transkrip, dan dapat langsung mengetahui interaksi sosial, dapat dioperasikan secara kuantitatif atau pun kualitatif, menyediakan pemahaman historis dan cultural yang bernilai melalui analisis isi, dan menyediakan pemahaman ke dalam hal yang kompleks atas pemikiran dan penggunaan bahasa.

b.      Kelemahan metode analisis isi
1)   Penelitian analisis isi kesulitan menentukan sumber data yang memuat pesan-pesan yang relevan dengan permasalah penelitian. Ini terjadi karena topik masalah tidak muncul secara teratur di media massa.
2)   Analisis isi tidak dapat dipakai untuk menguji hubungan antar variabel, tetapi hanya melihat kecenderungan. Analisis isi harus dikombinasikan dengan metode penelitian lain untuk dapat menunjukkan sebab akibat.
3)               Penelitian analisis isi bisa menghabiskan waktu yang sangat banyak, ini terjadi bila yang diteliti meliputi teks yang meliputi dimensi yang luas dan waktu panjang.


2.   Beri contoh rumusan judul yang menggambarkan pemakaian metode analisis isi!
Sebagai Contoh, pernyataan:
  1. Pengaruh “kemampuan membaca” terhadap “lamanya belajar Mahasiswa”
  2. Hubungan antara “kemampuan membaca”dengan “lamanya belajar Mahasiswa”
  3. Pengaruh “kemampuan membaca” dan “lamanya belajar Mahasiswa” terhadap “Tingkat Pengetahuan Mahasiswa tentang Metode Penelitian Komunikasi”.
Adanya hubungan antara “kemampuan membaca” dan “lamanya belajar” jangan diinterpretasikan bahwa “lamanya belajar” disebabkan oleh “kemampuan membaca”. Atau “Lamanya Belajar” diakibatkan oleh “Kemampuan membaca”. Mahasiswa yang “lama belajar” belum tentu atau bukan karena “kemampuan membacanya yang kurang”, tetapi (diduga) karena akan mengikuti UTS, karena ingin bisa, lagi tertarik dsb. Bandingkan dengan; Pengaruh “kemampuan membaca” dan “lamanya belajar” terhadap “Tingkat PengetahuanMahasiswa tentang Metode Penelitian Komunikasi”.
Jika kita perhatikan dengan seksama, dari ketiga pernyataan tersebut yang secara logika mana yang lebih dapat diterima dan benar. Dengan demikian tipe hubungan antar variabel dalam penelitian korelasional adalah hubungan simetri, adalah jenis hubungan antar variabel yang mana suatu variabel yang satu tidak disebabkan oleh variabel yang lain atau tidak dipengaruhi oleh variabel yang lain.
Hal ini dapat terjadi apabila :
  1. Kedua variabel tersebut merupakan dimensi/indikator untuk konsep yang sama, misalnya : Hubungan antara frekuensi penggunaan media, durasi (lama), pilihan jenis media dan jenis isi sebagai indikator dari pola penggunaan media dsb.
  2. Sebagai akibat dari faktor yang sama, Misalnya; Penguasaan materi, lulus mata kuliah, IP bagus sebagai akibat yang sama karena rajin membaca/belajar dsb.
  3. Berkaitan secara fungsional, apabila keberadaan sesuatu hal diikuti oleh keberadaan yang lainnya atau sebaliknya. Misalnya : ada mahasiswa ada dosen, ada asap – ada api, ada pekerja – ada majikan, ada pimpinan – ada bawahan, dsb.
  4. Hubungan yang sifatnya kebetulan saja. Misalnya; hubungan mimpi buruk dengan kehilangan HP, hubungan berkokok-nya ayam dengan terbitnya matahari, dsb.
Analisis Data dalam Analisa Korelasional
Dalam melakukan analisis data yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Masalah dan Tujuan penelitian;
  2. Hubungan antar variabel (hipotesis penelitian) yang dalam analisa statistik sebagai hipotesis statistik (Ho dan H1);
  3. Jenis informasi dan jenis data; apakah data yang kita peroleh sebagai data nominal, ordinal, interval atau rasio;
  4. Kesesuaian antara jenis data dengan jenis analisa statistik yang digunakan;
  5. Taraf signifikansi (α) atau tingkat kepercayaan (1- α);
  6. Berbagai variasi analisis data berdasarkan kebutuhan dsb. Alat analisis korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan dua atau lebih variabel. Korelasi antar dua variabel disebut korelasi sederhana, dan korelasi lebih dari dua variabel disebut korelasi berganda (multiple Correlation). Sehingga alat anlisa ada rumus untuk menghitung korelasi sederhana dan berganda.
Berbagai variasi alat analisa korelasi tergantung dari hubungan antar variabel dan jenis data, apakah nominal, ordinal atau interval dan tujuan penelitian kita.