Home »
» Pembelaan Seorang Anak di hadapan Orang Tua
Pembelaan Seorang Anak di hadapan Orang Tua
By asepirfan 11:29
Semua orang bisa mengatakan “dia mantan istri saya”, juga bisa
mengatakan “dia mantan mertua saya”, ataupun mantan sodara ipar dan yang
lainya, tetapi tidak ada yang berkata “dia mantan anak saya”, atau “dia
mantan Ibu saya”. Hubungan yang tidak akan pernah putus adalah hubungan
darah antara anak dan kedua orang tua. Hendaknya setiap anak berbuat
baik kepada kedua orang tua, dan setiap orang tua bisa menyayangi
sepenuh hati dan menghargai pendapat anaknya. Ungkapan Mc Jackson yang
dikatakan kepada kekasihnya “janganlah kamu menjauhi orang-orang yang
menyayangimu atau kamu akan kehilangan semuanya” (On The Spot Trans7:
episod 10-11-2011). Ungkapan ini jelas memaksudkan kepada kita semua
untuk tidak menjauhi orang-orang yang menyayangi kita atau kita akan
kehilangan semuanya. Kita tahu orang yang berniat menyayangi kita
sepenuhnya adalah kedua orang tua kita, tetapi penulis berpendapat orang
tua adalah amanat dari Allah, anak adalah titipan, kewajiban orang tua
harus juga terpenuhi kepada sang anak, jangan hanya orang tua memikirkan
akan hak mereka yang harus diperoleh dari sang anak. Buku ini akan
mengungkap rahasia yang jarang tersentuh oleh setiap insan, bukan
berarti pembangkangan terhadap orang tua, hanya tabayyun kejelasan
prilaku anak dan kedua orang tua. A. Kasih sayang Dalam pandangan
sebelah mata, kasih sayang yang diberikan kepada seorang anak hanyalah
kasih sayang menurut versi orang tua, ternyata kasih sayang itu ada tiga
versi, yang pertama versi orang tua, versi ini sedang dan selalu trend
dari masa ke masa, yang kedua adalah versi anak yang biasanya favorit
bagi keluarga kalangan atas, dan yang terakhir adalah versi orangtua dan
anak jarang yang menggunakan versi ini, mungkin dari titik egoitas atau
dari titik kejenuhan berkeluarga. 1. versi orang tua 2. versi anak 3.
versi orang tua dan anak 4. hakikat kasih sayang B. Berbahasa Dalam
keseharian bahasa yang diperhatikan oleh kedua elemen ini adalah bahasa
santun dan kasar. Sepatutnya seorang anak berucap kepada kedua orang tua
dengan bahasa yang baik sebab dalam al-quran: فلا تقلهما أف ولاتنهرهما
وقلهما قولا كريما pesan singkat dalam kitab suci ini jelas mewajibkan
kepada setiap anak berucap baik kepada kedua orang tua, namun jangan
sampai kita melihat sebelah mata bahwa kewajiban orang tua lebih besar
kepada anaknya, yaitu memberi conto yang baik terhadap anaknya. Anak
adalah jelmaan orang tuanya, jangan sampai hak anak untuk diberi conto
bahasa yang baik malah keluar bahasa kasar dari mulut seorang ayah dan
seorang ibu. Hanya karena anaknya tidak ingin menuruti kehendak orang
tuanya, orang tuanya berucap kasar kepada anak nya, hal ini secara tidak
langsung mencontohi anaknya untuk berkata kasar, seperti ucapan “dasar
anak jurig, dikasih tahu malah ngeyel, mau jadi apa kamu kalo melawan
orang tua” ungkapan ini terasa benar di hati orang tua, namun jika
diperhatikan yang jadi anaknya siapa yang jadi jurignya siapa. Kita
sebagai orang tua hanya bisa berfikir akhlaq anak yang baik, masa depan
yang cerah, pergaulan yang dijaga, namun orang tua tidak berfikir
kenyamanan seorang anak terhadap orang tuanya. Anak adalah titipan Allah
yang harus dijaga, dilindungi, disayangi bukan untuk dijadikan budak
pelampiasan orang tua. Orang tua seharusnya berfikir, semua aspek
kehidupan mulai dari segi sosial, seni seperti kata-kata dalam nyanyian
sampai segi agama semua berpihak kepada orang tua, bisa dihitung dengan
jari yang berpihak kepada anak, bersyukur sekarang sudah ada komnas anak
yang membela hak-hak anak. Anak hanya dijadikan jajahan pelampiasan
keinginan orang tua, jangan jangan sampai seperti itu, sayang, mereka
hanya dikaruniai hidup satu kali di dunia, kalau tidak sama orang
tuanya, siapa lagi yang peduli seratus persen terhadap anaknya.





