Pembelaan Seorang Anak di hadapan Orang Tua

Semua orang bisa mengatakan “dia mantan istri saya”, juga bisa mengatakan “dia mantan mertua saya”, ataupun mantan sodara ipar dan yang lainya, tetapi tidak ada yang berkata “dia mantan anak saya”, atau “dia mantan Ibu saya”. Hubungan yang tidak akan pernah putus adalah hubungan darah antara anak dan kedua orang tua. Hendaknya setiap anak berbuat baik kepada kedua orang tua, dan setiap orang tua bisa menyayangi sepenuh hati dan menghargai pendapat anaknya. Ungkapan Mc Jackson yang dikatakan kepada kekasihnya “janganlah kamu menjauhi orang-orang yang menyayangimu atau kamu akan kehilangan semuanya” (On The Spot Trans7: episod 10-11-2011). Ungkapan ini jelas memaksudkan kepada kita semua untuk tidak menjauhi orang-orang yang menyayangi kita atau kita akan kehilangan semuanya. Kita tahu orang yang berniat menyayangi kita sepenuhnya adalah kedua orang tua kita, tetapi penulis berpendapat orang tua adalah amanat dari Allah, anak adalah titipan, kewajiban orang tua harus juga terpenuhi kepada sang anak, jangan hanya orang tua memikirkan akan hak mereka yang harus diperoleh dari sang anak. Buku ini akan mengungkap rahasia yang jarang tersentuh oleh setiap insan, bukan berarti pembangkangan terhadap orang tua, hanya tabayyun kejelasan prilaku anak dan kedua orang tua. A. Kasih sayang Dalam pandangan sebelah mata, kasih sayang yang diberikan kepada seorang anak hanyalah kasih sayang menurut versi orang tua, ternyata kasih sayang itu ada tiga versi, yang pertama versi orang tua, versi ini sedang dan selalu trend dari masa ke masa, yang kedua adalah versi anak yang biasanya favorit bagi keluarga kalangan atas, dan yang terakhir adalah versi orangtua dan anak jarang yang menggunakan versi ini, mungkin dari titik egoitas atau dari titik kejenuhan berkeluarga. 1. versi orang tua 2. versi anak 3. versi orang tua dan anak 4. hakikat kasih sayang B. Berbahasa Dalam keseharian bahasa yang diperhatikan oleh kedua elemen ini adalah bahasa santun dan kasar. Sepatutnya seorang anak berucap kepada kedua orang tua dengan bahasa yang baik sebab dalam al-quran: فلا تقلهما أف ولاتنهرهما وقلهما قولا كريما pesan singkat dalam kitab suci ini jelas mewajibkan kepada setiap anak berucap baik kepada kedua orang tua, namun jangan sampai kita melihat sebelah mata bahwa kewajiban orang tua lebih besar kepada anaknya, yaitu memberi conto yang baik terhadap anaknya. Anak adalah jelmaan orang tuanya, jangan sampai hak anak untuk diberi conto bahasa yang baik malah keluar bahasa kasar dari mulut seorang ayah dan seorang ibu. Hanya karena anaknya tidak ingin menuruti kehendak orang tuanya, orang tuanya berucap kasar kepada anak nya, hal ini secara tidak langsung mencontohi anaknya untuk berkata kasar, seperti ucapan “dasar anak jurig, dikasih tahu malah ngeyel, mau jadi apa kamu kalo melawan orang tua” ungkapan ini terasa benar di hati orang tua, namun jika diperhatikan yang jadi anaknya siapa yang jadi jurignya siapa. Kita sebagai orang tua hanya bisa berfikir akhlaq anak yang baik, masa depan yang cerah, pergaulan yang dijaga, namun orang tua tidak berfikir kenyamanan seorang anak terhadap orang tuanya. Anak adalah titipan Allah yang harus dijaga, dilindungi, disayangi bukan untuk dijadikan budak pelampiasan orang tua. Orang tua seharusnya berfikir, semua aspek kehidupan mulai dari segi sosial, seni seperti kata-kata dalam nyanyian sampai segi agama semua berpihak kepada orang tua, bisa dihitung dengan jari yang berpihak kepada anak, bersyukur sekarang sudah ada komnas anak yang membela hak-hak anak. Anak hanya dijadikan jajahan pelampiasan keinginan orang tua, jangan jangan sampai seperti itu, sayang, mereka hanya dikaruniai hidup satu kali di dunia, kalau tidak sama orang tuanya, siapa lagi yang peduli seratus persen terhadap anaknya.