BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Pembuatan
soal ujian biasanya tidak terlalu diperhatikan oleh semua kalangan baik itu
instansi pemerintahan ataupun guru yang terkait. Pembuatan soal ujian dianggap
angin berlalu padahal hal ini yang menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran
selama ia mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Persoalan ini menjadi
meruncing ketika soal UN tahun 2013 silam menjadi permasalahan yang sangat
besar. Kesalahan pemerintah memberikan tender percetakan yang digembo-gemborkan
oleh setiap aliansi pembela atau ormas yang memperjuangkan ketidak adilan ini.
Dari kejadian ini penulis berinisiatif ingin melalukan analisis soal ujian
Bahasa Arab yang linier dengan pendidikan penulis yaitu pendidikan Bahasa Arab.
Setelah memperhatikan kemudian menimbang dan memutuskan alangkah lebih baiknya
penulis menganalisis soal ujian tingkat SLTA atau yang menggunakan mata
pelajaran Bahasa Arab yaitu MA (Madrasah Aliyah). Penulis akan membahas
beberapa soal yang penulis anggap keliru mulai dari penulisan, maksud dan
tujuan soal itu sendiri hingga ke karakter soal apakah soal itu sesuai dengan
siswa setarap MA ataukah belum sesuai, hal ini yang akan menjadi pembahasan
penulis pada makalah ini.
Soal
adalah alat ukur yang digunakan oleh guru guna mengukur kkemampuannya dalam
mengajar. Pengertian alat ukur pembelajaran sebenarnya tidak harus diartikan
sebagai soal ujian saja namun disana ada perubahan mainset yang mengatakan dan
mendorong kita untuk mengatakan bahwa alat ukur pembelajaran untuk siswa adalah
soal ujian. Jika kita buka mata, buka hati dan buka telinga fungsi utama alat
ukur pembelajaran adalah untuk mengukur sejauhmana tingkat keberhasilan
pembelajaran selama satu semester kebelakang misalnya, hal ini bisa dilakukan
dengan uji ROL (Real of Life). Uji Rol ini pertama digagas oleh Asep M. Irfan
yang diilhami oleh teman seperjuangannya yaitu Encep Rustandi di kampus UPI.
Beliau mengatakan bahwa ujian yang digunakan pada saat ini adalah ujian fiktif
saja, semua jenjang menggunakan ujian fiktif yang mana soal ujian itu semuanya
fiktif bukan nyata. Lebih jelasnya seperti ini, mata kuliah/pelajaran
matematika ekonomi misalnya, alat ukurnya menggunakan soal ujian yang dibuat
oleh guru seakan-akan soal-soal pada ujian itu sungguhan padahal semua itu
adalah fiktif dan bohong. Penulis memberikan solusi yang kongkrit seperti ini,
mata kuliah/pelajaran matematika ekonomi alat ukurnya ya ia dimasukan kedalam
sebuah warung (perusahaan) yang nyata dan mengatur urusan keuangan di dalamnya
itu yang penulis maksud dengan ROL. Ada contoh lain mahasiswa jurusan Manajemen
Bisnis misalnya, alat ukurnya bukan karya ilmiyah saja, tetapi harus membuat
sebuah perusahaan yang omsetnya sekian-sekian dll. Berikut penulis rumuskan
beberapa kegelisahan penulis khusunya mengenai soal ujian MA yang penulis
analisis.
B. Rumusan Masalah
Sebagaimana
latar belakang yang mengawali permasalahan ini penulis merumuskan beberapa
rumusan masalah yang hendak penulis bahas dan pecahkan, anatara lain sebagai
berikut:
1.
Bagaimana analisis soal ujian pada
soal ulangan akhir semester ganjil Madrasah Aliyah tahun ajaran 2011/2012?
2.
Apakah sesuai dengan karakteristik
penulisan soal ujian selama ini?
3.
Bagaimana solusi dari perbaikan
analisis soal ini?
C. Tujuan
Pembahasan
Tujuan pembahasan makalah ini tidak akan melenceng jauh
dari rumusan-rumusan masalah yang penulis rumuskan di atas, adapun tujuan
pembahasannya adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui hasil analisis soal
ujian pada soal ulangan akhir semester ganjil Madrasah Aliyah tahun ajaran
2011/2012.
2.
Untuk mengetahui akankah soal ijian
ini sesuai dengan karakteristik penulisan soal ujian selama ini.
3.
Untuk mengetahui bagaimana solusi
dari perbaikan analisis soal ini.
D. Manfaat
Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang tidak
menimbulkan manfaat, contohnya seperti nyamuk yang pada sebagian manusia
menimbulkan kerugian, namun disisi lain pada sebagian manusiapun menimbulkan
manfaat yaitu dengan terjualnya obat nyamuk akan menghasilkan pundi-pundi
rupiah yang bergelimpangan. Tidak jauh, begitupun pada makalah yang penulis
buat ini akan menghasilkan beberapa manfaat yang mungkin bisa menjadi contoh
acuan analisis soal yang selama ini dianggap tabu.
Manfaat
dari makalah ini penulis rasa akan sangat terasa bagi para pembuat soal
sehingga dapat memperbaiki hasil karyanya yang selama ini keliru. Kemudian
manfaat akan dirasakan oleh para siswa yang selama ini menjawab soal ujian
dengan benar padahal yang kelirunya itu sang pembuat soal malah tidak
diluluskan, astaghfirullah itu kan dzolim namanya. Penanganan ini jelas barang
tentu sudah harus dilakukan sebelumnya, karena banyaknya siswa yang masuk 10
besar di kelasnya merka tidak lulus ujian nasional, sungguh sangat menyedihkan
menteri pendidikan periode indonesia bersatu jilid dua ini. Tidak mampu
mengatasi masalah sekecil ini dan diam saja.
E. Sistematika
Sistematika
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: diawali dengan basmalah penulis
memulai tulisannya dengan menuliskan pendahuluan pada bab I dan kemudian agar
makalah ini terlihat agak kokoh penulis cantumkan landasan teoretis pada bab ii
yang mencakup: Pengertian Evaluasi Pembelajaran, Pengertian Test, dan Kaidah
Penulisan Soal yang penulis rasa ini sangat penting guna kelengkapan dan
kesempurnaan makalah yang dibuat. Kemudian analisis soal sebagai jawaban dari rumusan
makalah yang penulis buat hal ini terdapat pada bab iii. Dan di akhir
perjumpaan ini penulis simpulkan beberapa kesimpulan yang sarat akan makna demi
kemajuan bangsa dan negara kita tercinta ini, penulis tutup makalah ini dengan
bab iv.





