Pendidikan Kunci Kebangkitan

Pendidikan Kunci Kebangkitan
Kebangkitan Jawa Tengah dari dunia pendidikan, sebuah cita-cita yang sudah dan akan
terus diperjuangkan oleh pasangan Sukawi-Sudharto. Langkah ini bukan retorika belaka karena
perpaduan Sukawi yang sekarang menjabat Walikota Semarang dan Sudharto sebagai Ketua
PGRI merupakan pasangan ideal bagi dunia pendidikan.
Sejak tahun 2003, Sukawi di depan rapat paripurna DPRD Kota Semarang mencanangkan
“suatu saat di Kota Semarang pendidikan harus gratis, mulai dari SD, SMP, SMU yang yang
sederajad, baik negeri maupun swasta. Langkah itu dimulai oleh Sukawi dengan memberikan
beasiswa dari angka Rp 7,5 Milyar meningkat menjadi Rp 40 Miliar dan akhirnya pada tahun
2008 berhasil membawa Kota Semarang menjadi kota yang memberikan pendidikan gratis pada
masyarakatnya.
Selain beasiswa, langkah merealisasikan pendidikan gratis dilakukan melalui pemberian
buku gratis bagi siswa. Menurut Sukawi, saat ini buku menjadi beban masyarakat. Oleh sebab
itu, kalau bukunya gratis dan SPP-nya dibiayai pemerintah, berarti kita berhasil menciptakan
pendidikan gratis bagi masyarakar.
Sukawi mengungkapkan bahwa APBD Kota Semarang memang belum mampu menutup halhal
yang bersifat tambahan, seperti pembangunan gedung yang memadai dan lain-lain. Namun,
yang menjadi harga mati adalah pendidikan itu dapat dijangkau oleh masyarakat. Setelah itu,
setahap demi setahap akan meningkat pada penyempurnaan sarana dan prasarana.
“Sekolah yang memiliki kebutuhan di atas kebutuhan pokok, seperti pemakaian AC di kelas,
diperbolehkan sepanjang ada orang tua murid yang menyumbang, tetapi orang tua yang tidak
mau menyumbang tidak boleh dipaksa untuk menyumbang.”
Di sisi lain, masyarakat Jateng melihat Sudharto sebagai tokoh pejuang pendidikan sejati.
Ia mendedikasikan hidupnya sebagai guru sekitar 20 tahun dengan meniti karier administratif
mulai dari staf pelaksana di Kanwil Depdikbud Jateng tahun 1981 hingga memegang kendali
pendidikan di Jateng sebagai Kakanwil Depdikbud tahun 1999—2001. Dia juga berkarier di
PGRI mulai dari menjadi anggota biasa sampai menjadi Ketua PGRI Jateng. Dalam kedua posisi
tersebut, yang bersangkutan tidak pernah lepas dari pemikiran, kegiatan, dan perjuangan, demi
kemajuan pendidikan dan guru. ......................................

Dikutip dengan Perubahan dari Seputar Indonesia, 14 Juni 2008