Rukun puasa, baik puasa wajib ataupun sunat adalah :
a. Niat di waktu malam antara maghrib
sampai sebelum subuh setiap hari dalam puasa wajib (puasa Ramadlan/puasa
qodo/puasa nadzar/puasa kifarat). Tempatnya niat adalah di dalam hati
yakni menghadirkan hakikat puasa yaitu menahan diri dari hal-hal yang
membatalkan puasa di siang hari. Tidaklah cukup berniat hanya dengan
ucapan saja tanpa dengan hati, karena niat dengan ucapan hanyalah sunat,
yang dimaksudkan agar ucapan niat tersebut membantu dalam menghadirkan
niat yang sesungguhnya di dalam hati.
Jika ada kasus, seseorang niat
puasa pada malam pertama bulan Ramadlan dengan niat ditujukan untuk keseluruhan
puasa dalam 1 bulan, maka tidaklah sah puasanya selain puasa pada hari
pertama saja, namun niat seperti itu tetap disunatkan untuk menjaga
ketika lupa tidak niat pada malam tertentu. Jika mengalami lupa niat pada
malam tertentu, tetapi pada malam pertama niatnya ditujukan untuk
keseluruhan puasa, maka sahlah puasa yang tanpa niat tersebut.
Berbeda jika pada malam pertamanya tidak pakai niat untuk keseluruhan,
maka puasa yang tanpa niat tersebut tidak sah dan harus diganti pada hari
yang lainnya setelah Ramadlan.
Contoh kasus lain yaitu jika ada seseorang merasa ragu apakah niatnya itu dilakukan sebelum fajar atau sesudah fajar? Maka yang demikian itu tidak sah puasanya. Sedangkan niat puasa sunat, tidak harus dilakukan pada malam hari, tapi bisa dilakukan siang hari sebelum saat sholat zhuhur tiba dengan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, jima, keluar haid, nifas, gila dan lainnya.
Adapun ucapan niat yang disunatkan adalah :
Contoh kasus lain yaitu jika ada seseorang merasa ragu apakah niatnya itu dilakukan sebelum fajar atau sesudah fajar? Maka yang demikian itu tidak sah puasanya. Sedangkan niat puasa sunat, tidak harus dilakukan pada malam hari, tapi bisa dilakukan siang hari sebelum saat sholat zhuhur tiba dengan syarat tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, jima, keluar haid, nifas, gila dan lainnya.
Adapun ucapan niat yang disunatkan adalah :
NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADAA-IN
FARDLI ROMADLOONA HADZIHIS SANATI IIMANAN WAHTISAABAN LILLAHI TA’AALA.
b. Meninggalkan hal-hal yang membatalkan
puasa secara sadar tanpa paksaan serta tidak bodoh yang dimaafkan syara’,
seperti makan walaupun sedikit, m inum walau setetes, jima dan
lainnya.
Orang yang
berpuasanya.





