Menjalin sebuah hubungan yang khusus antara dua insan, adalah hal
yang sudah diguratkan oleh maha kuasa. Antara pria dan wanita yang
sama-sama dewasa tidak salah jika mereka mempunyai hasrat nafsu yang
telah dianugrahkan kepada keduanya oleh Tuhan YME. Seorang pria muda
bertanya “salahkah bila aku berkeinginan untuk memiliki gadis itu?” …
“owh.. jelas tidak salah” jawabku.. namun kenapa orang tuaku belum
mengizinkan aku untuk meminangnya? dia melanjutkan pertanyannya, hhh…
aku mengelakan nafas dan berkata “de, mungkin mereka tidak setuju kalo
kmu menikah dengannya’, aku pernah bertanya kepada mereka dan mereka
bilang bahwa mereka tidak menghalang-halangi keinginan anaknya untuk
mempersunting siapapun wanita di dunia ini” dia mulai menjelaskan titik
permasalahannya dengan lebih mendalam.. kemudian aku menempelkan telapak
tanganku ke atas bahunya seakan aku menyentuh lubuk hatinya.. “de
permasalahan kamu sama dengan yang saya alami beberapa tahun yang lalu,
perjuangkan keinginanmu sampai titik darah penghabisan”, “kenapa?” tanya
anak itu dengan penasaran. “buktikan kepada kedua orang tuamu bahwa
wanita pilihan kamu itu tepat buat kamu dan buat orangtua kamu, karena
dengan memperjuangkan dan jika kamu berhasil membuktikannya itulah arti
kebahagiaan sesungguhnya, kebahagiaan yang selama ini kamu pernah
rasakan ketika berhubungan dengan wanita itu adalah kebahagiaan yang
semu, kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kamu bisa membuktikan
pilihan kamu bisa membahagiakan orangtua kamu kelak di hari tua nanti,
sebab tidak jarang menantu yang dibanggakan oleh orang tua ternyata
tidak mampu memberi kasih sayang yang sesungguhnya kepada orang tua itu,
ketika sedang sakit ataupun sudah jompo,, malah dikirim ke panti jompo,
ingat nak’ dan katakan pada orang tuamu bahwa anak adalah aset masa
depan baik itu di dunia maupun di akhirat, jangan lah bersifat egois dan
negatif tingking, lapangkan dada jadilah orang tua yang bijak dan tidak
menakkutkan.
anak itu terdiam dan berkata kepada saya “seandainya orang tua saya
bisa bijaksana’,, “berdoalah kepada Allah supaya dibukakan pintu hatinya
nak, sebenarnya kamu bukan hannya milik orang tuamu seutuhnya, tetapi
milik Allah yang dititipkan (diamanahkan) kepada orang tua mu,
katakanlah kebenaran walaupun itu walaupun pahit, mengeluh itu tidak
baik, semangat berusahalah untuk jadi yang terbaik, dan jaga sikap
sehingga orang tuamu nyaman melihatmu,,. “selamat berjuang dapatkan
hatinya”





