Sudut Pandang

Sudut Pandang
Dalam menuturkan ceritanya, seorang pengarang cerita
dapat mengambil posisi seolah-olah sebagai pelaku utama yang
menceritakan diri sendiri atau bisa juga seperti seorang pengamat
yang melihat sebuah peristiwa lalu menceritakan apa yang
dilihatnya. Ciri untuk mengenali jenis sudut pandang adalah
pemakaian kata ganti. Adapun kedua jenis sudut pandang itu
adalah sebagai berikut.
a. Sudut pandang orang pertama
Pengarang mengambil posisi sebagai pelaku utama. Biasanya
ditandai dengan pemakaian kata ganti orang pertama: aku
atau saya.
Contoh:
Aku tidak tahu untuk apa Daud seperti menguntit. Apakah
tampilanku tampak sangar sehingga merupakan satu
kehormatan bagi seorang anak untuk dapat berdekatan
denganku.
Sumber: cerpen “Di Puncak Cartansz Piramid” karya Sinta
Yudisia Wisudanti, dalam kumpulan cerpen Selaksa Rindu
Dinda, Gema Insani, 2004.
b. Sudut pandang orang ketiga
Pengarang mengambil posisi sebagai pengamat yang
menceritakan segala hal yang dilihatnya. Biasanya ditandai
dengan pemakaian kata ganti orang ketiga: ia, dia, nya.
Contoh:
Waktu terus bergulir. Lelaki itu sebentar-sebentar melirik
arlojinya. Pukul tujuh lima menit. Dia semakin gelisah. Lift
yang dimasukinya berjalan sangat perlahan. Tiap lantai
berhenti. Orang keluar masuk. ........................
Sumber: cerpen “Lelaki Pencari Tuhan” oleh Yulhasni,
Majalah Alkisah November 2003.