BAB II
LANDASAN
TEORETIS
A. Pengertian
Evaluasi Pembelajaran
Dwi Ayu (2009:24) menegaskan dalam blognya bahwa Evaluasi
dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan
suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu
tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah
menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat
sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990)
dalam Dwi Ayu (2009:24) mengatakan bahwa evaluasi pembelajran adalah suatu proses mengumpulkan,
menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan
sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.
Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan
evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu
proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala
berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat
antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan pengukuran
merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.
Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan
menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan
keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran.
Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan
dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar
siswa, serta keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan
pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya, evaluasi pembelajaran
dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif, penempatan, formatif dan sumatif.
Bila ditinjau dari sasarannya, evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas
evaluasi konteks, input, proses, hasil dan outcom. Proses evaluasi dilakukan
melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan
pelaporan.
B.
Jenis-jenis Evaluasi
Pembelajaran
1. Jenis evaluasi
berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi :
a.
Evaluasi diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk
menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
b.
Evaluasi selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk
memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan
tertentu.
c.
Evaluasi penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk
menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan
karakteristik siswa.
d.
Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk
memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
e.
Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk
menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa.
2. Jenis evaluasi
berdasarkan sasaran :
a.
Evaluasi konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program
baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun
kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan.
b.
Evaluasi input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik
sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
c.
Evaluasi proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses
pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor
pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan
sejenisnya.
d.
Evaluasi hasil atau produk
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang
dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki,
dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.
e.
Evaluasi outcom atau lulusan
f.
Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa
lebih lanjut, yankni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
3. Jenis evalusi
berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran :
a.
Evaluasi program pembelajaran
Evaluais yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi
program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program
pembelajaran yang lain.
b.
Evaluasi proses pembelajaran
Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses
pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan,
kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam
mengikuti proses pembelajaran.
c.
Evaluasi hasil pembelajaran
Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa
terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau
dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.
4. Jenis evaluasi
berdasarkan objek dan subjek evaluasi
Berdasarkan
objek :
a.
Evaluasi input
Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian,
sikap, keyakinan.
b.
Evaluasi tnsformasi
Evaluasi terhadao unsur-unsur transformasi proses
pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-lain.
c.
Evaluasi output
Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian
hasil pembelajaran.
Berdasarkan subjek :
a.
Evaluasi internal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai
evaluator, misalnya guru.
b.
Evaluasi eksternal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai
evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.
C. Pengertian Test
Wilian
Dalton menjelaskan dalam blognya bebrapa pengertian test adalah sebagai
berikut:
1. Menurut Riduwan ( 2006: 37) tes
sebagai instrumen pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan / latihan yang
digunakan untuk mengukur ketrampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau
bakat yang dimiliki individu / kelompok.
2. Menurut Allen Philips (1979: 1-2) A
test is commonly difined as a tool or instrument of measurement that is used to
obtain data about a specific trait or characteristic of an individual or group.
(Test biasanya diartikan sebagai alat atau instrumen dari pengukuran yang
digunakan untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang
spesifik dari individu atau kelompok).
3. Menurut Rusli Lutan (2000:21) tes
adalah sebuah instrument yang dipakai untuk memperoleh informasi tentang
seseorang atau obyek.
D.
Pengertian Pengukuran
1. Menurut William Shockley (
id.wilkipedia.org/wiki/pengukuran). Pengukuran adalah perbandingan dengan
standar.
2. Menurut Buana
(www.fajar.co.id/news.php). Pengukuran adalah suatu kegiatan untuk mengetahui
informasi atau data secara kuantitatif. Pengukuran tidak melibatkan
pertimbangan mengenai baik-buruknya, tidak menentukan siapa yang lulus dan
tidak lulus.
3. Menurut Rusli Lutan (2000:21)
pengukuran ialah proses pengumpulan informasi.
4. Menurut Gronlund yang dikutip
Sridadi (2007) pengukuran : suatu kegiatan atau proses untuk memperoleh
deskripsi numerik dan tingkatan atau derajat karakteristik khusus yang dimiliki
individu.
5. Menurut Allen Philips (1979: 1-2) a
measure is the score that has been assigned on the basis of a test. (
Pengukuran adalah mencetak prestasi yang telah ditugaskan atas dasar suatu perjanjian.)
6. Menurut Kerlinger yang dikutip
Sridadi (2007) pengukuran : sebagai pemberian angka-angka pada obyek atau
kejadian-kejadian menurut suatu aturan tertentu.
7. Menurut
id.wilkipedia.org/wiki/pengukuran. Pengukuran adalah penentuan besaran,
dimensi, atau kapasitas,
biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran.
Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik,
tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa
dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian,
atau kepercayaan konsumen.
8. Menurut Sridadi (2007) pengukuran
adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh besaran
kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku.
9. Menurut Wolf (1984: 7) Measurement
is the act of process of measuring. (Pengukuran adalah tindakan dari proses
dari mengukur.)
E.
Pengertian Assessment
1. Menurut Buana
(www.fajar.co.id/news.php). assessment adalah alih-bahasa dari istilah
penilaian. Penilaian digunakan dalam konteks yang lebih sempit daripada
evaluasi dan biasanya dilaksanakan secara internal. Penilaian atau assessment
adalah kegiatan menentukan nilai suatu objek, seperti baik-buruk, efektif-tidak
efektif, berhasil-tidak berhasil, dan semacamnya sesuai dengan kriteria atau
tolak ukur yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Menurut www.elook.org/dictionary/assessment.htm
Definition of assessment: the classification of someone or something with
respect to its worth.
( Definisi dari penilaian adalah penggolongan seseorang atau sesuatu berkenaan dengan harganya.)
( Definisi dari penilaian adalah penggolongan seseorang atau sesuatu berkenaan dengan harganya.)
3. Menurut Angelo (1991: 17) Classroom
Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and
often, on how well their students are learning what they are being taught.
(Penilaian Kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat menggunakan fakultas
(sekolah) untuk mengumpulkan umpan balik, awal dan setelahnya, pada seberapa
baik para siswa mereka belajar apa yang mereka ajarkan.)
4. Menurut Suharsimi yang dikutip oleh
Sridadi(2007) penilaian adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pengambilan
keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik-buruk → bersifat kualitatif.
5. Menurut Depag yang dikutip Sridadi
(2007) penilaian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi
secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang
telah dicapai oleh siswa melalui kegiatan belajar mengajar yang ditetapkan
sehingga dapat dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.
6. Menurut Rusli Lutan (2000:9)
assessment termasuk pelaksanaan tes dan evaluasi. Asessment bertujuan untuk menyediakan
informasi yang selanjutkan digunakan untuk keperluan informasi.
F. Kaidah Penulisan Soal
Dikutip dari
www.us-smpn1jogoroto.blogspot.com pedoman/kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah sebagai berikut:
Kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau pedoman
yang perlu diikuti penulis agar soal yang dihasilkan memiliki mutu yang baik.
Soal yang memiliki mutu baik adalah soal yang mampu menjaring informasi yang
diperlukan dan berfungsi secara optimal. Kaidah-kaidah penulisan soal meliputi
segi materi, konstrnksi soal dan segi bahasa.
1. Segi materi
a.
Soal harus sesuai dengan indikator, artinya soal harus
menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan
indikator.
b.
Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari
segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama
seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara dan semua pilihan
jawaban harus berfungsi.
c.
Setiap soal harus memiliki satu jawaban yang benar atau
paling benar, artinya satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban, bila
terdapat beberapa jawaban yang benar, kunci jawaban adalah jawaban yang paling
benar.
2. Segi Konstruksi
a.
Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas,
artinya kemampuan/materi yang hendak diukur atau ditanyakan harus jelas, tidak
menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dengan maksud soal dan
hanya mengandung satu permasalahan untuk setiap nomor. Bahasa yang dipergunakan
harus komunikatif sehingga mudah dimengerti oleh siswa.
b.
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan
pemyataan yang diperlukan saja, artinya rumusan atau pemyataan yang sebetulnya
tidak diperlukan tidak perlu dicantumkan.
c.
Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar,
artinya pada pokok soal jangan sampai terdapat kata, frase atau ungkapan yang
dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.
d.
Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda, artinya pada pokok
soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif.
Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti
pemyataan yang dimaksud.
e.
Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari
segi materi, artinya semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan pada pokok soal, penulisannya
harus setara dan semua pilihan harus berfungsi.
f.
Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, artinya adanya kecenderungan siswa memilih jawaban
yang paling panjang, karena seringkali jawaban yang yang lebih panjang lebih
lengkap dan merupakan kunci jawaban.
g.
Pilihan jawaban tidak boleh mengandung pernyataan . Semua
pilihan jawaban di atas “benar” atau “Semua pilihan jawaban
di atas salah”.
h.
Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus
disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis
waktunya. Pengurutan angka dilakukan dari nilai angka paling kecil ke nilai
angka paling besar atau sebaliknya, dan pengurutan waktu berdasarkan kronologis
waktunya. Pengurutan ini dimaksudkan untuk memudahkan siswa dalam melihat
pilihan jawaban.
i.
Gambar, grafik, tabel diagram dan sejenisnya yang
terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi, artinya apa saja yang menyertai
suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh siswa.
Apabila soal tersebut dapat dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel diagram
dan sejenisnya yang terdapat pada soal berarti gambar, grafik, tabel diagram
dan sejenisnya tersebut tidak berfungsi.
j.
Butir soal jangan tergantung pada jawaban butir soal
sebelumnya, ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak
dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya.
3. Segi Bahasa
a.
Setiap butir soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan
kaidah bahasa Indonesia.
b.
Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat (daerah
tertentu), bila soal tersebut akan digunakan untuk beberapa daerah atau
nasional.
c.
Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang
bukan merupakan satu kesatuan pengertian, letakkan kata atau ftase tersebut
pada pokok soal.
4. Pedoman Penskoran
Pedoman penskoran merupakan panduan atau petunjuk yang
menjelaskan tentang:
a.
batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran
terhadap soal-soal bentuk uraian obyektif.
b.
tuliskan kemungkinan-kemungkinan jawaban.
kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk
melakukan penskoran terhadap soal bentuk uraian non-obyektif.Sumber: klik here





